Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Maret 2012

Telaga Hati

Suatu hari seorang tua bijak didatangi seorang
pemuda yang sedang dirundung masalah. Tanpa membuang
waktu pemuda itu langsung menceritakan semua
masalahnya.
Pak tua bijak hanya mendengarkan dgn seksama,
lalu ia mengambil segenggam serbuk pahit dan meminta
anak muda itu untuk mengambil segelas air.
Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu
diaduknya perlahan.
"Coba minum ini dan katakan bagaimana rasanya
",ujar pak tua.
"Pahit, pahit sekali ", jawab pemuda itu sambil
meludah ke samping. Pak tua itu tersenyum, lalu
mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga
belakang rumahnya. Kedua orang itu berjalan
berdampingan dan akhirnya sampai ke tepi telaga yang
tenang itu. Sesampai disana, Pak tua itu kembali
menaburkan serbuk pahit ke telaga itu, dan dengan
sepotong kayu ia mengaduknya.
"Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah."
Saat si pemuda mereguk air itu, Pak tua kembali
bertanya lagi kepadanya, "Bagaimana rasanya ?"
"Segar ", sahut si pemuda.
"Apakah kamu merasakan pahit di dalam air itu ?"
tanya pak tua.
"Tidak, " sahut pemuda itu.
Pak tua tertawa terbahak-bahak sambil berkata:
"Anak muda, dengarkan baik-baik. Pahitnya kehidupan,
adalah layaknya segenggam serbuk pahit ini, tak lebih
tak kurang. Jumlah dan rasa pahitnyapun sama dan
memang akan tetap sama. Tetapi kepahitan yg kita
rasakan
sangat tergantung dari wadah yang kita miliki.
Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat
kita meletakkannya. Jadi saat kamu merasakan kepahitan
dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu yg kamu
dapat lakukan; lapangkanlah dadamu menerima semuanya
itu, luaskanlah hatimu untuk menampung setiap
kepahitan itu."
Pak tua itu lalu kembali menasehatkan : "Hatimu
adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu.
Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya.? Jadi
jangan jadikan hatimu seperti gelas, buatlah laksana
telaga yg mampu menampung setiap kepahitan itu, dan
merubahnya menjadi kesegaran dan kedamaian."
Karena Hidup adalah sebuah pilihan..mampukah
kita jalani kehidupan dengan baik sampai ajal kita
menjelang.. belajar bersabar menerima kenyataan adalah
yang terbaik.

* Semoga Renungan tersebut bermanfaat.. ......

Senin, 27 Februari 2012

SI JUARA SEJATI


Sang Juara

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah saat itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semua buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namum ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.

Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Disetiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 “pembalap” kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.

Namun sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam dengan tangan yang bertangkup memanjatkan dia. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, ”Ya, aku siap!”.

Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. ”Ayo... cepat... cepat, maju.. maju...”, begitu teriak mereka. Ahha... sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Mark lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Ia berucap, dan berberkomat-kamit lagi dalam hati. ”Terima kasih.”

Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. ”Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?”. Mark terdiam. ”Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan” kata Mark.

Ia lalu melanjutkan, ”Sepertinya tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolong mu mengalahkan orang alin. ”Aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah.” Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat kemudian mendengar itu, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan.

Renungan:

Anak-anak tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidak bermohon kepada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.

Mungkin telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukanlah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya?

Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui?, saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang saleh.

(adapted from irfan-seeds)

Minggu, 26 Februari 2012

Sukses Sejati


Sukses itu tidak perlu dikejar.
SUKSES adalah ANDA!
Karena kesuksesan terbesar ada
pada diri Anda sendiri…

Bagaimana Anda tercipta dari
pertarungan jutaan sperma untuk membuahi 1 ovum, itu adalah sukses pertama Anda !
Bagaimana Anda bisa lahir
dengan anggota tubuh sempurna
tanpa cacat, itulah kesuksesan Anda kedua…

Ketika Anda ke sekolah bahkan bisa menikmati sampai studi S1,
di saat yg sama setiap menit ada 10 siswa drop out karena tidak mampu bayar biaya sekolah, itulah sukses Anda ketiga…

Ketika Anda bisa bekerja di
perusahaan, disaat yg sama 46 juta org menjadi pengangguran, itulah kesuksesan Anda keempat…

Ketika Anda masih bisa makan
3x sehari, di saat ada 3 juta orang mati kelaparan setiap bulannya itulah kesuksesan Anda yang kelima…

Serta kesuksesan lainnya yang terjadi setiap hari.
Namun Anda tidak pernah
menyadarinya.

Sukses selalu dibiaskan oleh
penulis buku laris supaya bukunya bisa terus jadi best seller, dengan membuat sukses menjadi hal yg rumit & sukar didapatkan…
Sukses tidak melulu soal
harta, rumah mewah, mobil sport, jam Rolex, pensiun muda,
menjadi pengusaha, punya apartment / helikopter, punya istri cantik atau suami ganteng

Sukses sejati seaslinya adalah:
“Hidup dengan penuh rasa SYUKUR”

Lalu, sudahkah Anda mensyukuri apa yang Anda miliki saat ini??…..

http://elsamarhatintri.wordpress.com/2012/01/31/sukses-sejati/

Kamis, 23 Februari 2012

Keajaiban Doa Ditengah Cobaan

Bila anda sedang mendapatkan cobaan dan ujian kehidupan maka ucapkanlah 'Hasbunallah wanikmal wakil' Artinya, 'Cukuplah Allah menjadi penolong bagi kami & Dia sebaik-baik pelindung.' (QS. ali-Imran : 173). Maka akan datang pertolongan Allah untuk anda. Keajaiban doa ditengah cobaan itu begitu nyata. Allah memberikan pertolongan bagi dirinya. Begitulah tutur seorang ibu bahwa disaat dirinya dan keluarga dihempas dengan berbagai ujian & cobaan. Rumahnya akan disita oleh bank. Tinggal beberapa hari lagi petugas bank akan melakukan penyitaan. Dirinya bersama keluarga hanya bisa menangis penuh kesedihan. 'saya harus tegar, menukar kesedihan dengan harapan' katanya. 'Harapan satu-satunya hanya berdoa kepada Allah, memohon pertolongan kepadaNya. selain sholat fardhu, saya sholat tahajud setiap malam sampai airmata rasanya sudah mengering.' isak tangisnya terdengar memilukan.

Pagi itu semua keluarga diliputi oleh tangis sendu di teras rumah, sambil menunggu detik-detik penyitaan rumah kami. Kami ingin menyaksikan rumah kami untuk terakhir kalinya. Rumah dimana anak-anak lahir dan dibesarkan penuh cinta serta kasih sayang. Para tetangga tak kuasa menahan haru melihat kami. Solidaritas para tetangga hadir menunggu petugas bank hadir. Tiba-tiba kami dikejutkan oleh kedatangan surat pembatalan sita. Subhanallah, Maha Suci Allah. Dirinya menjerit kegirangan. Doanya didengar oleh Allah. Suaminya selalu mengingatkan bahwa pada tahap seperti ini ujian dan cobaan selalu datang silih berganti. Entah benar atau tidak kata suami, peristiwa ini semakin mengokohkan dirinya dan keluarganya untuk mantap dijalan yang diridhai oleh Allah. Ujian berikutnya menyusul, putranya mengalami pembengkakan dikelopak matanya. Menurut pemeriksaan dokter dia harus dioperasi. Waktunyapun sudah ditentukan, beberapa hari lagi. Secara medis dia percaya bahwa operasi adalah satu-satunya jalan untuk menyembuhkan sakit putranya. Namun tak lupa dirinya memanjatkan doa kepada Allah. Setiap malam dirinya menjalankan sholat tahajud.

'Subhanallah, sebelum jatuh tempo operasi. Penyakit yang berada dikelopak mata putra saya menghilang dan sembuh. Awalnya saya ragu, bagaimana mungkin bisa sembuh? kami kemudian pergi ke dokter ahli dan putra saya dinyatakan sembuh sampai si dokternya juga bingung dan menanyakan apakah saya telah pergi ke dokter lainnya?' tuturnya dengan mengusap airmatanya yang terus menetes. Allah memang benar-benar sedang menguji dirinya dan keluarga, ketika sudah melewati semua itu kehidupan rmah tangganya begitu terasa indah dan kini sebagai pemilik rumah makan yang cukup ramai, kini hidupnya & keluarga sekarang menjadi lebih tentram dan bahagia. Meski kerja keras merupakan kebiasaannya namun kewajiban sholat lima waktu semakin membuat dirinya dan keluarga semakin bersemangat untuk melaksanakannya. 'Dan saya sudah sepakat bersama suami dan anak-anak untuk menyisihkan penghasilan rumah makan kami untuk Rumah Amalia. Rasanya rizki yang kami peroleh makin melimpah.' Tutur beliau.

dari http://agussyafii.blogspot.com/

Rabu, 07 Desember 2011

Menjadi lebih Sabar


Mesti diingat hal yang sering orang2 tua kita dan orang2 bijak selalu ucapkan adalah

"SABAR"

Dalam bahasa agama Islam bahkan diserukan dalam suatu ayat dikitab Suci, untuk selalu menjadikan SABAR sebagai wasilah (perantara/ Jalan) meminta pertolongan pada Allah swt.

Pelajaran sabar yang terjadi 2 dua hari belakangan benar menjadikan catatan tersendiri.
dimulai dengan putra tercinta yang tiba2 kondisinya kaku sekujur tubuhnya saat suhu badannya yang sangat tinggi.

Jadilah tetanggapun terepoti dengan kejadian ini. but so far its good.
semacam pukulan kecil bahwa merasa sehebat apapun diri ini dan sebesar apapun usaha kita untuk tidak tergantung dengan orang lain, kenyataannya dalam kondisi tertentu kita adalah makhluk sosial yang memerlukan bantuan dari orang disekeliling kita.

back to main.

lalu lanjutlah perjalanan ke RS dekat rumah.
Anak yang sakit adalah salah satu ujian yang sesungguhnya bagi orang tua.

as suami mesti pas dan tepat dalam mengambil keputusan atas segala tindakan medis yang akan dilakukan terhadap anak kita.

kadang kala rasionalitas pun dikesampingkan, meskipun setinggi apapun pendidikan yang sudah kita kenyam, but dalam suatu kondisi hal itu tidak berlaku, let see below case

saat suatu malam infus terlepas karena anak2 qodratnya memang ga betahan dan memukul2kan tangan yang dipasangi jarum infus sehingainfus lepas.

Lalu akan dipasang kembali jarum infus itu ke tubuh anak kita yang masih belum genap 2 tahun (infant menurut meskapai penerbangan, sehingga belum dikenai charge tiket) dan petugas medis itu gagal selama 3 kali dalam melakukan pemasangan jarum infus tsb. disitu ujiannya akan keliatan.

lanjut ke 4, 5 ,6 dengan resiko kekagalan dan derita yang akan dialami anak kita atau
pilih STOP no infusdengan resiko si anak tidak akan mendapat asupan anti botik dengan alasan anti biotik yang akan diberikan sang suster adalah jenis yang harus di berikan bersama dengan infus menurut resep dari dokternya.

sebagai Ayah aku pilih untuk menyelamatkan jiwa anakku dari trauma yang akan terus menghantuinya dengan kegagalan jarum infus itu.

yang perlu diingat adalah meskipun tidak rasional, dengan dalih sayang anak tetap diperhatikan kita minimalisir resiko terhadap apa yang kita telah ambil.

1. Berpikir positif dan jangan dicampur dengan keraguan apa yang telah kita lakukan
2. Berdoa, dan tawakkal pada Allah bahwa yang kita lakukan adalah bentuk sayang kita terhap amanah yang dititipkan pada kita.
3. Analisa kembali apa yang sudah kita lakukan dan lakukan hal hal yang perlu sebagai follow up atas apa yang suda kita putuskan

Semoga Dia yang maha kuasa selalu membimbing kita untuk menjadi insan yang sabar dan tepat dalam segala keputusan terhadap orang orang yang kita kasihi Amin....................